Yusril: Pencekalan Maksimum 12 Bulan


Gambar

Yusril: Pencekalan Maksimum 12 Bulan

Hukumham Jakarta – Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum tata negara yang juga mantan Menteri Kehakiman dan HAM kembali memenangkan gugatan di pengadilan. MK mengabulkan gugatan pasal yang mengatur pencegahan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Yusril menggugat pasal 97 ayat 1 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian ke MK. Pasal yang digugat awalnya berbunyi, “Jangka waktu pencegahan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan.” 

Kata-kata “setiap kali” itulah yang dianggap Yusril menghilangkan asas kepastian hukum, melanggar Hak Asasi Manusia dan membuka pintu kesewenang-wenangan penguasa untuk mencekal orang semaunya.

Hal inilah yang dinilai Yusril melanggar norma dan tidak adil. MK pun sependapat dengan Yusril, dan akhirnya membatalkan frase ‘setiap kali’. “Menyatakan bahwa pasal 97 ayat 1 sepanjang frasa ‘setiap kali’ adalah bertentangan dengan UUD 1945,” kata Ketua MK Mahfud.

Dengan dihapuskannya frase ‘setiap kali’ maka Pasal 97 ayat 1 UU tersebut selanjutnya berbunyi, “Jangka waktu pencegahan paling lama enam bulan dan dapat diperpanjang paling lama enam bulan.”

“Hari ini MK memutuskan bahwa cekal (cegah dan tangkal) hanya 6 bulan dan hanya boleh diperpanjang sekali lagi maksimum 6 bulan. Dengan demikian, cekal hanya maksimum 12 bulan saja. Lebih dari 12 bulan dinyatakan MK bertentangan dengan UUD 45,” kata Yusril dalam keterangan tertulis. *** JMart ***

By adminredaksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s