KPK Gunakan Teori Bubur Panas dalam Tangani Kasus


Gambar

Sabtu, 23 Juni 2012 15:36 wib |

KPK Gunakan Teori Bubur Panas dalam Tangani Kasus

Hukumham Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai sulit untuk menuntaskan kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementrian Agama. Kemungkinan anak buah di Kemenag akan jadi kambing hitam dalam kasus korupsi tersebut.

Dia menyatakan teori Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini selalu menggunakan sistem mencatut dari bawahan dan ketika akan menuju atasan maka kasus tersebut seolah berhenti.

“Catatan saya adalah anak buah akan menjadi korban. Kali ini saya berharap KPK tidak menggunakan teori bubur panas. Pinggirnya sih kena, tapi pas sampai tengah muncullah kasus baru, dan kasus yang lama tidak terselesaikan,” ungkap Ray usai acara polemik Sindo tentang Jika Caleg Didanai Parpol, Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (23/6/2012).

Ray berharap KPK mengubah sistem penyidikan, yakni mulai dari kepala atau atasan baru ke pihak di bawahnya. Karena bawahan tidak dapat bekerja sendiri dalam pengadaan korupsi tersebut.

“Siapa yang membuat anak buah ini bekerja untuk pengadaan korupsi tersebut. Karena dugaan saya, pelaku dalam melakukan tersebut tidak sepengetahuan yang di atasnya, setidaknya melakukan pembiaran,” paparnya.

Pejabat yang melakukan pembiaran tersebut, lanjut Ray harus kena sanksi, seperti mencopot jabatan, karena tidak mampu mengawasi. “Tugas pejabat itu bukan hanya melakukan kebijakan tapi juga melakuka pengawasan,” jelas Direktur Lingkaran Madani tersebut.  *** JMart/Okz ***

By adminredaksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s