Penulis Buku Lapindo Dikabarkan Hilang ?


Gambar

NEWS » Nasional |

Jum’at, 22 Juni 2012 21:23 wib |

Penulis Buku Lapindo Dikabarkan Hilang ?

Hukumham Bandung – Launching Buku dan Diskusi Publik Nasional “Lapindo File” Konspirasi SBY-Bakrie? di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak dihadiri oleh penulis bukunya, Ali Azhar Akbar.

Ketidakhadiran penulis yang merupakan alumni Teknik Perminyakan ITB ini membuat peserta diskusi tanda tanya. Terlebih, Ali dikabarkan menghilang sejak tiga hari lalu tanpa alasan yang jelas.

Direktur Penerbit IndoPetro Publishing, penerbit buku berjudul “Lapindo File Konspirasi SBY-Bakrie“, membenarkan jika Ali “menghilang”.

“Tiga hari ini saya lost contact dengan Pak Ali,” kata Kusairi, saat dikonfirmasi di sela diskusi buku di ITB, Bandung, Jumat (22/6/2012).

Kuasiri berusaha menghubungi nomor HP sang penulis, namun selalu mailbox. Kontak terakhir dengan Ali terjadi Selasa 19 Juni lalu. Saat itu Ali menyatakan akan hadir di acara bedah bukunya di ITB.

Lanjut Kusairi, dirinya terakhir bertemu dengan Ali pada Jumat 15 Juni pekan lalu di Mahkamah Konstitusi (MK) ketika mengajukan judicial review terkait pasal 18 UU APBN. 

“Terakhir ketemu waktu di MK, dia katakan akan ke Bandung,” katanya.

Namun, hingga kini Ali tak kunjung nongol. Dia khawatir, hilangnya Ali terkait dengan buku yang ditulisnya dan judicial review yang diajukannya.

Kata Kusairi, setelah menulis buku yang diterbitkan pada 28 Mei lalu, sehari sebelum peringatan enam tahun Lumpur Lapindo (29 Mei 2012), dan mengajukan judicial review ke MK, Ali sering menerima teror berupa SMS.

“Sejak ajukan judicial review ke MA, dari situ ada ancaman. Misalnya ‘Kalau pemerintah engga nanggung ya bagaimana, Anda mau nanggung?’ Dan ancaman bersifat fisik. ‘Misal ketemu saya di sini,’ dan lain-lain,” kata Kusairi, tanpa mau menyebut ancaman fisik tersebut.

Maka ketika di acara ini kehilangan kontak, Kusairi mengaku curiga khawatir ada hal yang tidak diinginkan menimpa Ali. “Teror selain terkait buku juga terkait dengan pengajuan judicial review ke MK,” tambahnya. 

Dalam judicial review ini, pihaknya dan Ali menggugat pasal 18 UU APBN yang menggelontorkan uang ke korban lumpur Lapindo. Tujuannya, membuktikan bahwa kasus Lumpur Lapindo sebenarnya tanggung jawab perusahaan. 

“Dalam pengeboran sendiri ada indikasi pelanggaran SOP dalam pertambangan migas tersebut. Ketika pemerintah menggelontorkan dana APBN, seharusnya sebagai pembayar pajak kita protes. APBN seharunya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, ketika itu dilakukan oleh perusahaan, ya perusahaanlah yang menanggung. Bukan kemudian rakyat kebanyakan yang menanggung,” bebernya. 

Disinggung mengenai hilangnya penulis buku karena strategi pemasaran supaya buku laku, Kusairi membantahnya.

“Enggak. Tidak ada. Kita tidak mungkin mengkhianati publik,” tegasnya.

Selain itu, saat ini pihaknya sengaja menguji buku lewat roadshow ke berbagai kampus di Indonesia agar bisa dibedah secara ilmiah. Bahkan dalam roadshow pihaknya juga sengaja mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya. “Kalau tidak ilmiah kita mana mungkin dibedah di kampus-kampus. Itu logikanya,” tukasnya.

Meski begitu, dia tidak memungkiri buku setebal 449 itu berdampak politis. Karena menyangkut nama-nama seperti Aburizal Bakrie dan SBY.

“Politiknya tidak dipungkiri bagi pihak-pihak yang punya kepentingan politik. Tapi Buku ini sebenarnyapure ilmiah. Bebas diperdebatkan,” tuturnya.

Buku tersebut hasil penelitian selama empat tahun sejak 2006 hingga 2010. Covernya memuat gambar Aburizal Bakrie dan SBY. Di bagian cover buku juga tertulis “Dilengkapi Transkrip Rekaman Ekslusif di “Istana” Cikeas.”

Buku yang pertama kali di launching di Universitas Nasional (Unas) Jakarta itu, juga sudah roadshow di Universitas Gadjah Mada (UGM). Rencananya akan terus roadshow di beberapa kampus lagi di Surabaya, Sumatera, Makassar. 

Namun dengan adanya kejadian hilangnya penulis, pihak penerbit belum tentu akan melanjutkanroadshow. “Kita cari tahu kondisi penulisnya dulu. Jika dalam waktu 2×24 jam tidak ketemu, kami akan lapor polisi,” pungkasnya.  *** JMart/Okz ***

By adminredaksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s